Translate

Minggu, 23 Maret 2014

Tips and Trik Memilih Calon Pemimpin



Tip and Trik Memilih Calon Pemimpin
Yang namanya Pilkada di Indonesia hampir setiap bulan terjadi. Dengan wilayah yang luas dan terbaginya wilayah dalam Pemerintahan Kabupaten, Kotamadya, Provinsi dan NKRI yang dikepalai oleh seorang Kepala Daerah, mulai dari Bupati, Walikota, Gubernur bahkan Presiden, hampir bisa dipastikan Pilkada menjadi santapan sehari-hari. Ini bisa dibuktikan dari seringnya teman saya yang bekerja di KPU hilir mudik ke luar daerah yang sedang melaksanakan Pilkada. Padahal itu baru dalam satu Provinsi saja, belum lagi kalau sudah keluar Provinsi, hampir bisa dipastikan dalam sebulan dia berada di rumah hanya hari liburnya saja.
Nah, bagi penduduk Indonesia yang ingin berpartisipasi dalam memilih Calon Kepala Daerah yang kelak akan menjadi Kepala Daerah di tempat tinggal mereka, berikut adalah tips and trik dalam menentukan pilihan. Hal ini pun menyinggung dengan pemilu yang akan di laksanakan bulan april mendatang
1.      Asal, Usul
Jangan memilih calon pemimpin kita yang kita tidak mengenal asal usulnya. Ini wajib diketahui, karena memilih calon pasangan hiduppun kita harus mengenal asal-usulnya, apalagi memilih orang yang akan memimpin kita. Karena hanya dengan cara mengenal seseorang itulah maka akan menimbulkan cintah kasih sehingga bisa menciptakan kehidupan yang harmonis. Orang yang bisa bergaul dengan baik jika dia mengenali asal usulnya apalagi ada kesamaan dengan wilayah yang dia pimpin. Bagaimana seseorang yang tak mengenal wayang akan larut menonton wayang semalam suntuk. Atau seorang yang tak mengenal tari Kecak akan kagum dengan tariannya. Seseorang yang tak pernah datang ke gereja akan ikut masuk gereja, seseorang yang tak pernah shalat akan menjadi imam shalat. Lah, orang yang beribadah saja masih sering berbuat salah, apalagi yang tidak beribadah. Calon incumbent lebih mudah dikenali, karena sudah memimpin pada periode sebelumnya. Oleh karena itu pasangan incumbent paling rentan terhadap sorotan yang buruk. Penyebabnya tak lain adalah, hasil kerjanya selama memimpin dipriode sebelumnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakatnya. Sedikit saja kekurangberhasilannya diekspos maka akan mengembanglah kelemahan-kelemahan seorang incumbent. Oleh sebab itu, sebaiknya kita mencari titik keberhasilan seorang incumbent, karena pasti setiap pemimpin, siapapun dia, ada keberhasilannya dan ada ketidakberhasilannya, sama saja seperti ada yang suka dan ada yang tidak suka. Itulah Pemimpin yang sebenarnya, kalau semua orang suka atau semua orang tidak suka, itu bukanlah seorang pemimpin. Sedangkan yang agak susah dicari titik lemahnya adalah calon penantang, apalagi kalau dia munculnya tiba-tiba saja, tanpa pernah menjabat sebelumnya, atau pernah menjabat pada skala yang lebih kecil, tentu saja mudah sekali untuk menciptakan image yang bagus. Oleh sebab itu sebagai pemilih kita tidak boleh langsung menerima begitu saja. Informasi dapat digali dari orang-orang yang merasakan langsung saat dipimpinnya, bila perlu lakukan kunjungan ke lembaga atau wilayah yang pernah dia pimpin, di sana akan tergali dengan sendirinya dari para mantan bawahan atau hasil pengamatan kita. Selain itu berita-berita di internet dapat dijadikan acuan. Pilihlah website dari si calon itu sendiri, baru hubungkan dengan berita-berita lainnya yang ditulis oleh orang lain, biasanya ada titik temunya.
2.      Visi dan Misi
Visi dan Misi seorang yang akan memimpin kita harus jelas. Kejelasannya dapat dilihat dari data pribadi yang dibuat saat mereka mendaftarkan diri di KPU. Jangan mudah terpengaruh dengan visi dan misi yang ada di selebaran, karena visi dan misi yang sering disebarkan di sembarang tempat banyak yang bohong atau mungkin issue yang ditiupkan oleh lawan-lawan politik atau mungkin issue yang ingin diangkat oleh pasangan itu sendiri demi mengangkat popularitasnya. Selain itu perlu juga difahami visi dan misi dari partai yang mendukungnya, karena jika visi dan misi mereka justru bertentangan akan sulitlah bagi sang pimpinan untuk menjalankan programnya. Karena biar bagaimana berkuasanya rakyat tetap saja keputusan menjalankan programnya ditangan partai yang mendukungnya, tentu saja yang sudah duduk jadi Anggota DPR.
3.      Jangan Terpengaruh Dengan Money Politik
Di zaman sekarang ini banyak orang yang ingin jadi pimpinan rela mengeluarkan biaya besar untuk mendulang suara. Padahal banyak pula ujung-ujungnya di penjara. Heh- Berbagai cara mereka lakukan. Salah satu yang paling populer adalah money politik. Jika sebelumnya kita sudah menentukan pilihan terhadap satu calon dan ternyata dalam perkembangannya calon ini menggunakan money politik, jangan serta merta menilainya negatif, lihat rekam jejak sebelum ada Pilkada, apakah dia memang sudah rajin memberi atau pada saat jelang Pilkada saja. Jika memang iya, artinya sang calon hanya meneruskan program dia sebelumnya. Ini artinya masih dapat dipertimbangkan untuk dipilih.
4.       Dicalonkan atau Mencalonkan
Dalam agama Islam adalah hadits Rasullullah SAW yang artinya : “Jangan memberikan jabatan kepada orang yang meminta”. Nah, dalam iklim perpolitikan di Indonesia, sepertinya tidak berlaku. Bukankan mengikuti Pemilu adalah suatu permintaan? Oleh sebab itu kita dapat meluaskan lagi maknanya. Lihat sang calon tersebut, diminta oleh partainya atau dia yang mencalonkan diri ke partai tersebut. Tapi apapun itu bentuknya, tetap sama saja, yaitu mencalonkan diri untuk menempati jabatan tertentu. Oleh sebab itu pilihlah orang yang ahli di bidangnya. Karena kata Rasullullah SAW, kalau menempatkan orang yang bukan ahli di bidangnya, maka tunggu saja kehancurannya.
Inilah sedikit tips dari saya, semoga dapat menambah wawasan, tapi jangan dijadikan ukuran. Pilihlah dengan hati nurani anda dan dengan bijak, satu suara sangat berharga dalam menentukan masa depan bangsa…


Indonesia Memang Layak untuk Dicintai



Indonesia Memang Layak untuk Dicintai
Secara umum, setiap insan yang lahir dan bertumbuh di Indonesia  pasti memiliki kecintaan yang begitu tinggi terhadap negerinya. Menggantungkan kelangsungan hidup dari kekayaan alam dan sosial di republik ini, sudah sepatutnya sebagai warga negara yang baik memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya untuk Ibu Pertiwi. Setidaknya dengan cara mencintai atau menghargainya sebagai tanah air kita.
Kecintaan terhadap Indonesia bukan semata-mata sebagai suatu kewajiban atas dasar rasa hutang budi, akan tetapi lebih karena Indonesia memang layak untuk dicintai dan dibanggakan. Berikut terangkum 6 alasan besar mengapa bangga terhadap negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bentuk fisik

Diakui atau tidak, saat kita melihat peta ataupun bola dunia, fokus kita akan terhenti pada satu baris negara kepulauan yang disebut Indonesia. Bentuk fisik negara yang satu ini memiliki daya pikat yang begitu tinggi. Berjajar kepulauan dengan bentuk yang begitu indah tersusun menjadi sebuah lukisan cantik yang membentang di tengah birunya perairan laut.

Sumatra dan Jawa misalnya, bagaikan satu garis memanjang yang dipisahkan oleh selat Sunda. Lalu ada Sulawesi dan Halmahera yang pulaunya berbentuk seperti huruf "K". Banyak yang berpendapat bentuk beberapa pulau yang ada memiliki kesamaan ujud dengan hal-hal yang menjadi icon Indonesia, yakni Kalimantan yang mirip tokoh pewayangan Semar (Perut besar) dan Papua yang digadang-gadang menyerupai kepala burung cendrawasih (burung khas Indonesia Timur). Untuk semua itu, tidak berlebihan kiranya menyebut Indonesia sebagai lukisan menakjubkan dari Tuhan yang Maha Karya.

2. Arif menyikapi alam

Bentuk fisik Indonesia yang indah ternyata tak hanya mendatangkan nilai estetika semata, juga mempengaruhi ragam kekayaan hayati dan budaya di negeri khatulistiwa ini. Bak secuil surga yang diturunkan ke dunia, apapun kebutuhan yang kita cari semuanya ada di sini. Dari panas hingga salju, dari dasar laut hingga puncak gunung, dari air hingga hutan, dari tanah hingga semua apa yang tumbuh di atasnya, semua Indonesia miliki.

Namun hal demikian tidak lantas membuat penduduknya congkak, rakus, dan menomorduakan kelestariannya. Lihatlah masyarakat dalam suku-suku tradisional yang begitu arif bersikap terhadap alam, mereka hanya mengambil sebanyak yang mereka perlukan meskipun sebenarnya bisa saja mereka mengambil lebih. Kemudian mereka menjaga dengan sebenar-benarnya kebersihan dan keberlangsungan alam tersebut agar anak cucunya masih bisa mendapatkan apa yang mereka dapatkan saat ini.

3. Toleransi terhadap kebhinekaan

Semua orang tahu, Indonesia merupakan negara dengan tingkat perbedaan yang begitu tinggi di banyak sisi kehidupan, seperti agama dan suku.  Namun, perbedaan yang ada tidak menjadi suatu problem yang mengkhawatirkan, nampaknya. Selama ini memang suku Jawa dianggap lebih mengungguli suku-suku lainnya, namun sekali lagi itu hanyalah sebuah anggapan dan bukan berarti sebuah cara pandang yang tepat untuk menatap kompleksitas Indonesia. Karena pada kenyataannya negeri ini tidak membeda-bedakan sesuatu berdasarkan kesukuan. Suku apapun, dari barat atu timur, hitam atau coklat, semua adalah sama posisinya sebagai warga negara.

Belum lagi jika berbicara agama, Indonesia mengakui lebih dari 5 agama untuk dianut oleh masyarakatnya, dan kesemuanya mampu hidup harmonis berdampingan tanpa ada cela. Tengoklah Masjid Istiqlal yang terletak bersebrangan dengan Gereja Katedral, kemudian kompleks Puja Mandala di Bali yang terdiri dari 5 tempat ibadah dari 5 agama yang berbeda. Bukankah itu merupakan bukti nyata tingginya toleransi yang dijunjung oleh Indonesia?

4. Pancasila payung perbedaan

Mungkin akan sulit dibayangkan bagaimana negara Indonesia ini akan berjalan jika satu negara dengan satu budaya saja kadang masih sulit untuk dijalankan. Lalu bagaimana Indonesia dengan heterogenitas budaya yang begitu variatif? Mengenai hal itu, Indonesia sangat beruntung menggenggam ideologi Pancasila. Karena dengan Pancasila inilah perbedaan-perbedaan yang ada bisa terrangkai ke dalam satu 'kemasan' Indonesia yang memiliki satu kesamaan pandang sehingga tidak ada lagi alasan untuk membeda-bedakan dan saling merendahkan. Justru dalam hal ini, perbedaan dianggap sebagai sebuah kekayaan yang patut untuk dijaga keseimbangannya. Terbukti pula, Pancasila ampuh memayungi perbedaan yang membuat Indonesia masih berdaulat dan gagah berdiri hingga detik ini.

5. Satu-satunya di dunia

Indonesia adalah negeri kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 13.000 pulau yang tersebar merata dari ujung barat laut hingga tenggara. Tidak ada satu negara pun yang mampu membantah hal ini. Selain itu, Indonesia adalah negara yang mampu berjalan di atas kompleksitas budaya dan sosial yang begitu tinggi. Untuk hal ini Indonesia juga masih menjadi satu-satunya, dan tak ada duanya.

6. Indonesia adalah Indonesia

Indonesia adalah Indonesia, artinya semua poin-poin di atas ada di Indonesia. Jika salah satu saja hilang, maka itu sudah bukan Indonesia lagi. Sebuah negara yang arif, kaya, indah, damai, itulah Indonesia. Namun satu hal yang pasti, perasaan cinta dan bangga terhadap tanah air ini timbul dari hati dan bukan hanya bersifat indrawi.

Semoga di luar sana akan lebih banyak lagi alasan-alasan mulia untuk tetap cinta dan bangga terhadap Indonesia.


http://www.gunadarma.ac.id

BAHAYA MEROKOK, MEROKOK MEMBUNUH MU



BAHAYA MEROKOK, MEROKOK MEMBUNUH MU
Kebiasaan merokok telah menjadi budaya diberbagai bangsa di belahan dunia. Mayoritas perokok diseluruh dunia ini, 47 persen adalah populasi pria sedangkan 12 persen adalah populasi wanita dengan berbagai kategori umur. Latar belakang merokok beraneka ragam, di kalangan remaja dan dewasa pria adalah faktor gengsi dan agar disebut jagoan, malahan ada salah satu pepatah menarik yang digunakan sebagai pembenar atas kebiasaan merokok yaitu `ada ayam jago diatas genteng, ngga merokok ngga ganteng`. Sedangkan kalangan orang tua, stres dan karena ketagihan adalah faktor penyebab keinginan untuk merokok.

 Berbagai alasan dan faktor penyebab untuk merokok diatas biasanya kalah seandainya beradu argumen dengan pakar yang ahli tentang potensi berbahaya atas apa ditimbulkan dari kebiasaan merokok baik bagi dirinya sendiri, orang lain dan lingkungan. Harus diakui banyak perokok yang mengatakan bahwa merokok itu tidak enak tetapi dari sekian banyak pamflet, selebaran, kampanye anti rokok, sampai ke bungkus rokoknya diberi peringatan akan bahaya kesehatan dari rokok, tetap tak bisa mengubris secara massal berkurangnya kebiasaan merokok dan jumlah perokok

Dari latar belakang yang telah kami uraikan maka masalah yang akan  bahas:
1. Apa dampak dari merokok?
2. Zat apa yang terkandung di dalam dan yang paling berbahaya?
3. Upaya apa yang dilakukan bagi perokok di sekolah?
4. Apa aktor penyebab perilaku merokok pada remaja?
TUJUAN PEMBAHASAN
-Untuk mengetahui Bahaya merokok.
-Untuk mengetahui faktor – faktor penyebab perilaku merokok pada remaja.
Dampak dari merokok
Sebagaimana kita ketahui di dalam asap sebatang rokok yang dihisap oleh perokok, tidak kurang dari 4000 zat kimia beracun. Zat kimia yang dikeluarkan ini terdiri dari komponen gas (85 persen) dan partikel. Nikotin, gas karbonmonoksida, nitrogen oksida, hidrogen sianida, amoniak, akrolein, asetilen, benzaldehid, urethan, benzen, methanol, kumarin, 4-etilkatekol,ortokresoldan perylene adalah sebaian dari beribu – ribu zat di dalam rokok.
Jumlah kematian dan klaim perokok Menurut penelitian Organisasi Kesehatan dunia (WHO), setiap satu jam, tembakau rokok membunuh 560 orang diseluruh dunia. Kalau dihitung satu tahun terdapat 4,9 juta kematian didunia yang disebabkan oleh tembakau rokok. Kematian tersebut tidak terlepas dari 3800 zat kimia, yang sebagian besar merupakan racun dan karsinogen (zat pemicu kanker), selain itu juga asap dari rokok memiliki benzopyrene yaitu partikel-partikel karbon yang halus yang dihasilkan akibat pembakaran tidak sempurna arang, minyak, kayu atau bahan bakar lainnya yang merupakan penyebab langsung mutasi gen. Hal ini berbanding terbalik dengan sifat output rokok sendiri terhadap manusia yang bersifat abstrak serta berbeda dengan makanan dan minuman yang bersifat nyata dalam tubuh dan dapat diukur secara kuantitatif.
Selain mengklaim mendapatkan kenikmatan dari output rokok, perokok juga mengklaim bahwa rokok dapat meningkatan ketekunan bekerja, meningkatkan produktivitas dan lain-lain. Tetapi klaim ini sulit untuk dibuktikan karena adanya nilai abstrak yang terlibat dalam output merokok. Para ahli malah memperkirakan bahwa rokok tidak ada hubunganya dengan klaim-klaim di atas. Malah terjadi sebaliknya, menurunnya produktiviats seseorang karena merokok akibat terbaginya waktu bekerja dan merokok. Selain itu berdasarkan penelitian terbaru menyatakan bahwa merokok dapat menurunkan IQ. (dari berbagai sumber)
Bahaya bagi tubuh yaitu bisa mengakibatkan kanker, paru-paru, impotensi dan gangguan pada janin, sedangkan bahaya bagi lingkungan dapat menimbulkan polusi udara yang ditimbulkan dari asap rokok yang dihisap.
Sebenarnya yang paling berbahaya diantara perokok pasif dan perokok aktif, perokok pasif lah yang berbahaya sebab perokok pasif menghisap asap rokok yang paling banyak. Rokok juga selain berbahaya juga bisa mematikan dan akan menimbulkan kecanduan kepada pemakainya.
Merokok bagi orang dewasa bisa berbahaya apalagi bagi anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah. Oleh Karena itu, merokok dilarang di sekolah maupun di luar sekolah.
Akibat negatif dari rokok, sesungguhnya sudah mulai terasa pada waktu orang baru mulai menghisap rokok. Dalam asap rokok yang membara karena diisap, tembakau terbakar kurang sempurna sehingga menghasilkan CO (karbon mono oksida), yang disamping asapnya sendiri, tar dan nikotine (yang terjadi juga dari pembakaran tembakau tersebut) dihirup masuk ke dalam jalan napas.

CO, Tar, dan Nikotin tersebut berpengaruh terhadap syaraf yang menyebabkan :

Gelisah, tangan gemetar (tremor)
Cita rasa / selera makan berkurang
Ibu-ibu hamil yang suka merokok dapat kemungkinan keguguran kandungannya.
Ada beberapa faktor yang mendorong remaja untuk merokok, di antaranya:
1.       Faktor orangtua dan keluarga
Salah satu temuan tentang remaja perokok adalah bahwa anak-anak muda yang berasal dari rumah tangga yang tidak bahagia, dimana orang tua tidak begitu memperhatikan anak-anaknya dan memberikan hukuman fisik yang keras lebih mudah untuk menjadi perokok dibanding anak-anak muda yang berasal dari lingkungan rumah tangga yang bahagia (Baer & Corado dalam Atkinson, Pengantar psikologi, 1999:294).
Selain itu, anak-anak yang mempunyai orang tua perokok, lebih rentan untuk terpengaruh dan mencontoh orang tuanya.
2. Temanku merokok
Banyak fakta membuktikan bahwa remaja perokok, kemungkinan besar teman-temannya juga perokok, dan sebaliknya. Diantara remaja perokok terdapat 87% mempunyai sekurang-kurangnya satu atau lebih sahabat yang perokok begitu pula dengan remaja non perokok (Al Bachri, 1991).

3. Pribadiku
Ada yang mencoba merokok hanya karena alasan ingin tahu. Mungkin juga karena ingin mengobati rasa sakit fisik maupun jiwa, mengusir bosan. Selain alasan tersebut, konformitas sosial juga menjadi pemicu. Orang yang memiliki skor tinggi pada tes konformitas sosial lebih mudah menjadi pengguna dibandingkan dengan mereka yang memiliki skor yang rendah (Atkinson, 1999).

4. Iklan rokok ternyata…
Iklan-iklan di berbagai media yang memberikan gambaran bahwa perokok adalah lambang keglamouran, cowok banget, memicu remaja untuk ikut berperilaku seperti itu.
Nah, jika kamu sudah terperangkap dalam status perokok saat ini, tenang saja. Ada berbagai upaya pencegahan jika kamu ingin berubah.

Upaya mengatasi rokok
Merokok di sekolah yang dilakukan siswa kini semakin banyak, itu dikarenakan siswa yang satu mengajak siswa yang lainnya atau dikarenakan oleh faktor pergaulan. Oleh karena itu para guru lebih ketat lagi dalam melakukan pengawasan dengan mengelilingi tempat-tempat yang sering dijadikan tempat merokok.
Selain itu juga melakukan peringatan yang lebih tegas lagi agar para pelanggar khususnya perokok jera dan tidak melakukan hal tersebut lagi baik di sekolah maupun di luar sekolah.

Jika karena kecanduan, maka tips yang harus dilakukan adalah:
Pikirkanlah hal-hal yang menyenangkan yang akan terjadi pada tubuh ketika masa krisis karena berhenti merokok (biasanya 1,5 sampai 2 minggu)
1.      Minumlah banyak air putih, makan banyak sayur dan buah-buahan setiap kali timbul keinginan untuk merokok
2.      Berbicara atau berkomunikasilah dengan orang lain dan tetaplah menyibukkan diri
3.      Berolahraga yang menyennagkan dan disukai secara teratur dan terukur
4.      Pijatlah daerah punggung dan leher, lalu tariklah napas dalam-dalam.
5.      Jika karena ketergantungan, maka putuskan semua hubungan antara rokok dan kebiasaan-kebiasaan yang sering dilakukan dengan tips berikut ini:
6.      Jika ingin merasakan rokok di tangan, bermainlah dengan barang-barang lain seperti pensil, pena, atau membaca buku
7.      Jika ada keinginan untuk menyalakan rokok, jauhkan rokok dari jangkauan dan buanglah korek api
8.      Jika biasa merokok sesudah makan, segeralah bangkit dari duduk setelah makan, gosok gihi dan pergilah berjalan atau lakukan kegiatan yang membuat lupa pada rokok
9.      Jika merokok disertai dengan minum kopi, maka ganilah kopi dengan jus buah dll
10.  Jika merokok untuk menenangkan diri, maka cobalah untuk mengingat bahaya merokok dapat mengakibatkan penyakit jantung, paru-paru, kanker, stroke, keguguran, dll.


Berikut ini beberapa tips yang perlu diperhatikan:
Tanyalah pada diri sendiri, apakah ada teman, saudara, atau tetangga yang menderita salah satu penyakit di atas. Bayangkan jika penyakit tersebut menyerang diri kita sendiri.

Jika keinginan untuk merokok sangat kuat, lakukanlah olahraga ringan seperti berjalan-jalan atau lakukan kegiatan yang menjadi kegemaran atau hobi Anda.

Jika berpikir bahwa merokok dapat membuat kita menjadi tenang atau nyaman, maka katakanlah dan akuilah secara jujur bahwa rokok tidak mungkin bisa mengatasi masalah yang ada.

Untuk mengatasi masalah ini, perlu melibatkan keluarga, teman, dan saudara untuk membantu mengalihkan perhatian dari rokok.

Jika ingin berhenti merokok harus menetapkan tindakan yang akan dipilih atau perilaku apa yang paling mudah diubah berkaitan dengan situasi merokok.

Buatlah pernyataan untuk berhenti merokok, kemudian bacalah pernyataan tentang niat berhenti merokok di depan teman atau saudara atau anggota keluarga yang akan menjadi pengingat agar keinginan berhenti merokok tercapai.

Setelah membaca kartulis ini, semoga masyarakat dapat tersadarkan akan bahaya rokok bagi kesehatan mereka dan segera meninggalkan kebiasaan merokoknya, supaya kesehatan mereka tetap terjaga dan nantinya menjadikan tubuh mereka sehat bugar dan terhindar dari penyakit yang mengancam jiwa mereka. Bahkan perringatan saat iklan rokok pun terlah di ubah menjadi
ROKOK MEMBUNUH MU

Rabu, 12 Juni 2013

ARTIKEL CITIBANK






Citibank, one of the major international banks, is the consumer banking arm of financial services giant Citigroup. Citibank was founded in 1812 as the City Bank of New York, later First National City Bank of New York. As of March 2010, Citigroup is the third largest bank holding company in the United States by total assets, after Bank of America and JPMorgan Chase.[1]
Citibank has retail banking operations in more than 160 countries and territories around the world. More than half of its 1,400 offices are in the United States, mostly in New York City, Chicago, Los Angeles, the San Francisco Bay Area, Washington, D.C. and Miami. More recently, Citibank has expanded its operations in the Boston, Philadelphia, Houston, and Dallas metropolitan areas.
In addition to the standard banking transactions, Citibank offers insurance, credit cards and investment products. Their online services division is among the most successful in the field [2] claiming about 15 million users.
As a result of the global financial crisis of 2008–2009 and huge losses in the value of its subprime mortgage assets, Citibank was rescued by the U.S. government under plans agreed for Citigroup. On November 23, 2008, in addition to initial aid of $25 billion, a further $25 billion was invested in the corporation together with guarantees for risky assets amounting to $306 billion.[3] Since this time, Citibank has repaid its government loans in full