Translate

Jumat, 25 April 2014

Kendaraan Umum Jakarta yang Sudah Punah


Kendaraan Umum Jakarta yang Sudah Punah
Kota Jakarta hari ini, penuh dengan suara klakson bus kota, Metro Mini atau Kopaja, angkutan kota, bajaj, ojek sepeda motor hingga seliweran bus TransJakarta. Ingatkah Anda macam transportasi yang berseliweran di Jakarta pada zaman baheula ?
Dan berikut adalah kendaraan yang 'punah' dari belantara jakarta..

1.Becak

Pada 1950-an becak merupakan salah satu 'primadona' transportasi di Jakarta. Firman Lubis dalam buku 'Jakarta 1950-an, Kenangan Semasa Remaja' menyebut sekitar 25 ribu becak terdapat di Ibukota pada 1951. Sedangkan menurut sejarawan Susan Abeyasekere dalam bukunya, 'Jakarta: A History', pada tahun 1970 terdapat 92.650 becak yang terdaftar di Jakarta. Diperkirakan jika dijumlah dengan becak yang tidak terdaftar, maka angkanya bisa mencapai 150ribu.
Saking banyaknya becak di Jakarta, tak jarang alat transportasi beroda tiga ini dilibatkan dalam festival dan perayaan lainnya. Misalnya saja dalam perayaan HUT Kemerdekaan tiap 17 Agustus, becak dihias dan berpawai keliling Jakarta. Menjelang Pemilu 1955 pun becak diberdayakan untuk keperluan kampanye.
Namun seiring semakin padatnya jalan Ibukota dengan kendaraan lain, becak pun perlahan tersingkir. Karena jalannya yang lamban, becak dinilai bisa mengganggu lalu lintas perkotaan. Becak kemudian dilarang beroperasi di Jakarta. Alasannya becak dinilai sebagai alat transportasi yang mengeksploitasi manusia atas manusia.







2. Helicak


Helicak merupakan gabungan kata helikopter dan becak. Dinamakan demikian karena bentuknya yang mirip kedua alat transportasi tersebut. Helicak pertama kali diluncurkan di Jakarta pada Maret 1971, saat pemerintahan Gubernur Ali Sadikin.
Seperti becak, penumpang duduk di dalam kabin dengan kerangka besi dan serat kaca yang ada di bagian depan. Penumpang dipastikan terlindung dari panas, hujan, maupun debu jalanan. Kabin itu hanya muat dua penumpang dewasa. Sedangkan pengemudinya ada di bagian belakang.
Mesin dan bodi utama kendaraan ini adalah skuter Lambretta dengan mesin 150 CC yang didatangkan dari Italia. Ada 400 unit helicak saat diluncurkan pertama kali di Jakarta. Harga satu unit helicak saat itu adalah Rp 400 ribu. Dan saat terakhir diimpor tahun 1979, harganya Rp 525 ribu per unit.
Namun kendaraan ini dinilai tidak aman karena jika terjadi kecelakaan, maka penumpangnya duluan yang menjadi korban. Selain itu, sopir helicak akan kepanasan saat matahari bersinar terik dan basah kuyub saat hujan turun. Karena itu, pengusaha transportasi lebih memilih menggunakan bajaj yang belakangan muncul, sehingga helicak terpinggirkan. Kendaraan ini dilarang untuk dioperasikan oleh Pemda DKI pada 1987. 


3. Oplet

 

Oplet berarti mobil penumpang ukuran kecil. Nah, mobil yang digunakan sebagai oplet adalah sedan buatan Inggris dengan ban yang telah dimodifikasi. Austin adalah merek lain yang digunakan sebagai oplet, sehingga oplet kadang disebut 'ostin' oleh orang awam.

Ada yang mengatakan kata oplet berasal dari nama Chevrolet atau Opel. Ada pula yang menyebut oplet berasal dari kata auto let.

Kendaraan ini beroperasi di Jakarta sejak 1930. Mulanya operasi oplet terbatas di daerah Jakarta Timur. Namun kemudian meluas ke daerah lain dengan izin trayek resmi.

Oplet dibagi menjadi dua 'ruangan'. Ruang pertama di bagian depan adalah untuk sopir dan seorang penumpang. Ruangan kedua adalah untuk penumpang. Lantai di ruangan penumpang terbuat dari kayu, dengan atap dari seng dan rangka kayu. Sedangkan jendela oplet terbuat dari kayu dan plastik yang dibentangkan dan bisa dinaik-turunkan.

Pada tahun 1960-an dan 1970-an oplet merupakan kendaraan umum paling populer di Jakarta. Sebab pada saat itu bus ukuran sedang dan besar masih jarang. Namun menjelang 1980, trayek-trayek mikrolet mulai dihapus dan digantikan fungsinya oleh kendaraan lain seperti Mikrolet, Metro Mini, dan Koperasi Wahana Kalpika (KWK).

 

4. Delman
Delman merupakan kereta dengan dua roda yang ditarik kuda. Nama Delman berasal dari nama penemunya, Ir Charles Theodore Deeleman. Dia adalah insinyur dan juga ahli irigasi yang memiliki bengkel besi di pesisir Batavia (Jakarta sekarang).

Seorang kusir duduk di depan mengendalikan jalannya kuda yang menarik delman. Sedangkan penumpang duduk di dalam, di belakang kusir, dengan duduk berhadap-hadapan. Meski kebanyakan delman merupakan sewaan namun ada juga yang merupakan milik pribadi.

Delman di Jakarta dibuat oleh pabrik-pabrik khusus, salah satunya terletak di Jl Gadjah Mada. Pabrik karoseri delman disebut wagenmakerij yang juga melayani pembuatan dan pemasangan tapal kuda. Tempat ini juga menjadi bengkel delman. Mulanya, delman menggunakan ban besi. Namun setelah jalanan diaspal, ban kuda berganti dengan karet.

Dulu, Delman juga digunakan sebagai media promosi film yang tengah diputar. Poster-poster film dipajang di delman yang berkeliling kota. Pengumuman jadwal pemutaran film dan tabuhan genderang dan tambur bertalu-talu plus bunyi bel membuat kendaraan ini menarik perhatian massa.

Karena kendaraan ini relatif lambat berjalannya dan kotoran kuda bergelimpangan di jalan, perlahan delman mulai ditinggalkan warga Jakarta. 


5. Trem

Trem sudah ada di Batavia (nama Jakarta kala itu) sejak pertengahan 1800 hingga 1900-an. Mulanya trem kuda yang mampu mengangkut 40 orang hadir pada 1869. Keberadaan trem kuda ditulis dalam buku 'Kisah Betawi Tempo Doeloe: Robin Hood Betawi' karya Alwi Shahab.

Seiring perkembangan teknologi, keberadaan trem kuda lantas digantikan dengan trem uap yang muncul sekitar 1881. Lokomotif yang dijalankan dengan ketel uap menggantikan keberadaan kuda yang menarik trem sehingga memiliki rute yang lebih panjang.

Kala itu trem uap melintas dari Pasar Ikan sampai Jatinegara. Pasar Baru, Gunung Sahari, Kramat, Salemba, dan Matraman adalah kawasan yang dilintasi alat transportasi ini.

Kemudian pada 1900, teknologi terbaru ditemukan sehingga meminggirkan trem uap dan menggantikannya dengan trem listrik. Pada 1950-an ada sekitar 5 lin (dari bahasa belanda lijn yang berarti lintasan) di Jakarta. Lin-lin itu antara lain melintasi Kampung Melayu, Jalan Cut Mutia, Jalan Tanah Abang Raya (sekarang Jalan Abdul Muis), Harmoni, dan Pasar Ikan.

Operasi trem ini kemudian dihentikan pada 1959. Tidak jelas mengapa pengoperasian alat transportasi ini dihentikan. Firman Lubis yang merupakan anak Betawi, penulis buku 'Jakarta 1950-an, Kenangan Semasa Remaja' menduga trem sulit dioperasikan atau karena tidak ada dana untuk merawat dan meremajakannya.




6. Bus Tingkat
http://i.imgur.com/SQF1d.jpg

Bus tingkat adalah bus dengan dua lantai, di atas dan di bawah. Dengan bus tingkat alias bus tempel ini maka penumpang yang diangkut bisa mencapai dua kali lipat.

Namun bus ini dinilai tidak stabil lantaran posisi titik beratnya tinggi, sehingga hanya sesuai dengan kondisi jalan yang datar. Selain itu, penumpang berkebutuhan khusus juga sulit untuk naik ke lantai dua. Kelemahan lain bus ini adalah karena jalannya yang lambat.

Beberapa jurusan bus tingkat yang pernah beroperasi di Jakarta antara lain Senen - Blok M, Blok M - Pulo Gadung, dan Blok M - Kota.

Seiring perkembangan pembangunan di Jakarta, tidak semua jalan 'ramah' pada bus model doubledecker itu. Karena tinggi, bus itu bisa menyangkut di terowongan. Selain itu konon sistem mesin di belakang mengakibatkan mudah terbakar.

 


Sabtu, 19 April 2014

TUGAS 4 IDENTITAS NASIONAL




Pengertian Identitas Nasional
Kata “identitas” berasal dari kata “identity” yang berarti ciri-ciri, tanda-tanda atau jati diri yang melekat pada seseorang atau sesuatu yang membedakannya dengan orang lain, contohnya bendera dan lagu kebangsaan setiap Negara akan berbeda dengan Negara lain. Sedangkan dalam terminologi antropologi kata “identitas” diartikan sebagai sifat khas yang menerangkan dan sesuai dengan kesadaran diri sendiri, golongan, kelompok, komunitas atau Negara lain.
            Kata “nasional” berarti identitas yang melekat pada kelompok-kelompok yang lebih besar yang diikat oleh kesamaan-kesamaan, baik fisik seperti budaya, agama dan bahasa maupun non fisik seperti keinginan, cita-cita dan tujuan.
            Oleh karena itu identitas dapat disimpulkan bahwa pada hakikatnya adalah manifestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam aspek kehidupan suatu bangsa dengan ciri-ciri khasnya. Dengan ciri khas tersebutlah suatu bangsa akan berbeda dengan bangsa lain. Sehingga dengan demikian, maka identitas nasional akan melahirkan tindakan kelompok yang disebut atribut nasional.
            Pengertian lain dari Identitas Nasional adalah suatu ciri khas yang dimiliki oleh suatu bangsa yang secara filosofis membedakan bangsa tersebut dengan bangsa lain.

·      Pengertian Identitasa Nasional menurut beberapa pakar:
·         Berger
Dalam bukunya yang berjudul “The Capitalis Revolution” era globalisasi dewasa ini ideology kapitalislah yang akan menguasai dunia serta mengubah masyarakat satu persatu menjadi sistem Internasional yang menentukan nasib bangsa-bangsa dibidang sosial, politik, dan kebudayaan.
·         Fujukama
Membawa perubahan ideologi partikuker keraah universal dan kapitalismelah yang akan menguasai dunia. Dalam menghadapi proses perubahan tersebut sangat tergantung kemampuan bangsa itu sendiri.
·         Toyanbee
Ciri khas suatu bangsa yang merupakan local genius dalam menghadapi tantangan dan respon. Jika tantangan besar sementara respon kecil maka bangsa tersebut akan punah. Namun apabila tantangan kecil sementara respon besar maka bangsa tersebut akan berkembang menjadi bangsa yang kreatif.
Kepribadian sebagai suatu identitas nasional suatu bangsa adalah keseluruhan atau totalitas dari kepribadian individu-individu sebagai urutan yang membentuk bangsa tersebut. Identitas nasional tidak dapat dipisahkan dengan pengertian peoples character atau nasional identity.
Menurut Robert De Ventos dalam bukunya “The Power of Identity”, ia mengemukakan bahwa selain faktor intensitas, territorial, bahasa, agama serta budaya juga harus dipahami dalam konteks arti dinamis yaitu bangsa tersebut melakukan akselerasi dalam pembangunan termasuk proses interaksinya secara global dengan dunia internasional.

Parameter Identitas Nasional

Parameter identitas nasional adalah suatu ukuran atau patokan yang dapat digunakan untuk menyatakan sesuatu adalah menjadi ciri khas suatu bangsa. Sesuatu yang diukur adalah unsur suatu identitas seperti kebudayaan yang menyangkut norma, bahasa, adat istiadat dan teknologi, sesuatu yang alami atau ciri yang sudah terbentuk seperti geografis. 
  Indikator identitas nasional itu antara lain:
     1.  Pola perilaku yang nampak dalam kegiatan masyarakat:
          adat-istiadat, tata kelakuan, kebiasaan.
     2.  Lambang-lambang yang menjadi ciri bangsa dan negara:
          bendera, bahasa, lagu kebangsaan.
     3.  Alat perlengkapan yang digunakan untuk mencapai tujuan:
          bangunan, peralatan manusia, dan teknologi.
     4.  Tujuan yang dicapai suatu bangsa:
          budaya unggul, prestasi di bidang tertentu.
Unsur-unsur pembentuk identitas nasional berdasarkan ukuran parameter sosiologis, yaitu:
Ø  Suku bangsa, setiap suku bangsa di Indonesia bergabung dan terbentuk suatu keragaman yang dapat menciptakan identitas nasional. Contoh: suku Madura, suku Jawa, suku Dayak, suku Bugis, dan lain-lain bergabung menjadi suatu identitas nasional yaitu identitas nasional bangsa Indonesia.
Ø  Kebudayaan, setiap daerah di Indonesia memiliki kebudayaan yang beraneka ragam. Dan susah ditiru oleh bansa lain. Contoh: larung sajen, batik, upacara Ngaben, dan lain-lain merupakan suatu kebudayaan nasional yang menjadi identitas nasional yaitu identitas dari bangsa Indonesia.
Ø  Bahasa, bangsa Indonesia mempunyai beraneka ragam bahasa yang dipakai oleh setiap suku-suku yang ada di Indonesia maupun yang di luar Indonesia.
Ø  Kondisi geografis, Indonesia merupakan Negara kepulauan yang menjadikan identitas nasional.


Unsur-unsur Identitas Nasional
            Menurut Prince Identias Nasional Indonesia merujuk pada suatu bangsa yang majemuk. Kemajemukan itu merupakan gabungan dari unsur-unsur pembentuk identitas, yaitu suku bangsa, agama, kebudayaan, dan bahasa.
Suku Bangsa : adalah golongan sosial yang khusus yang bersifat askriptif (ada sejak lahir), yang sama coraknya dengan golongan umur dan jenis kelamin. Di Indonesia terdapat banyak sekali suku bangsa atau kelompok etnis dengan tidak kurang 300 dialek bangsa.
Agama : bangsa Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang agamis. Agama-agama yang tumbuh dan berkembang di Nusantara adalah agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Kong Hu Cu. Agama Kong Hu Cu pada masa orde baru tidak diakui sebagai agama resmi Negara, tetapi sejak pemerintahan Presiden Abdurrahman Sahid, istilah agama resmi Negara dihapuskan.
Kebudayaan : pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang isinya adalah perangkat-perangkat atau model-model pengetahuan yang secara kolektif digunakan oleh pendukung-pendukungnya untuk menafsirkan dan memahami lingkungan yang dihadapi dan digunakan sebagai rujukan atau pedoman untuk bertindak (dalam bentuk kelakuan dan benda-benda kebudayaan)  sesuai dengan lingkungan yang dihadapi.
Bahasa : merupakan unsur pendukung identitas nasional yang lain. Bahasa dipahami sebagai sistem perlambang yang secara arbitrer dibentuk atas unsur-unsur bunyi ucapan manusia dan digunakan sebagai sarana berinteraksi antar manusia.
Dari unsur-unsur Identias Nasional tersebut dapat dirumuskan pembagiaannya menjadi 3 bagian sebagai berikut:
  1. Identitas Fundamental, yaitu Pancasila yang merupakan Falsafah Bangsa, Dasar Negara, dan Ideologi Negara.
  2. Identitas Instrumental, yang berisi UUD 1945 dan Tata Perundangannya, Bahasa Indonesia, Lambang Negara, Bendera Negara, Lagu Kebangsaan “Indonesia Raya”.
  3. Identitas Alamiah, yang meliputi Negara Kepulauan (archipelago) dan pluralisme dalam suku, bahasa, budaya, serta agama dan kepercayaan (agama).


Daftar Pustaka








Jumat, 11 April 2014

TUGAS AKHIR LAB MAMEN ( KARANGAN )

Nama saya fariz fadlillah biasa dipanggil fariz, kelas 2EA24 . tulisan yang saya akan sampaikan disini adalah tentang hari hari saat melakukan kegiatan praktikum menejemen keuangan universitass gunadarma yang lebih tepatnya di kampus J1 kalimalang lantai 4.
Tulisan ini di tunjukan untuk memenuhi tugas terakhir untuk menejemen menengah, awalnya sempat bingung kenapa disuruh untuk membuat tulisan ini, tapi tidak masalah pikir saya.
Dimulai dari pertama di umumkannya jadwal praktikum menejemen keuangan jauh jauh hari tatapi untuk info modul atau apa saja yang harus dibawa itu dibawa itu yang menurut saya agak lama di kabarkannya. Menejemen keangan dimulai tanggal 17 maret 2014 pukul 13.30 yang tepatnya itu hari senen saat matahari sedang panas panasnya dan saat jadwal libur. Awalnya berat dijalankan karean biasa senen libur, eh tiba tiba masuk tengah hari bolong.
Hari pertama praktikum menejemen keuangan seperti atau lebih tepatnya sama dengan  praktikum lainnya, pakai baju putih celana bahan hitam tidak boleh memakai celana dan sepatu harus kudu mesti wajib tertutup. Tidak boleh telat dan praktikum menejemen keuangan ini lelbih sadis karana maksimal tidak masuk itu hanya sekali, dan ada temen saya yang telat kurang lebih hanya telat 15mnt itu di beri tugas tambahan karena ketelatan tersebut. Ya secara tidak langsung ini juga mengajarkan bagaimana budaya tepat waktu. Hari pertama seperti biasa ada tes pedahuluan, tes ini bermaksud untuk mengetahui apakah kita sudah membaca modul terlebih dahulu. Kita belajar tentang kebijakan deviden. Pelajaranpun di mulai dengan dimulai seperti biasa abse dahulu, saat absen saya rasa Brian itu kaka kelas saya pas waktu SMA, entah mirip apa gimana. Ya pelajaran dimulai dengan suasana panas karena ruangan praktikum tidak di dukung ACnya yang kurang sejuk, ya mau gimana lagi ini bukan salah dari pihak dari kaka kaka yang bekerja di lab menejemen keuangan tapi salah dari pihak yang harusnya merawat atau memperbaiki AC saat bermasalah atau sedang tidak berfungsi dengan baik. Waktu berlalu dengan mahasiswa yang ikut berperan aktif demi mendapatkan nilai max dan mencantumkan namanya dipapan tulis dan tanpa terasa jam 15.30 kelar sudah dengan hawa gerah dan perut yang sudah lapar. Kami semua pun kembali kerumah masing masing.
Singkat cerita, sesampainya dirumah saya mumbuka buku modul karena kurang mengerti dengan tugas laporan akhir yang di berikan tutor. Saya menanyaka temen saya yang sekelas di grub kelas. Setelah mendapat informasinya saya mengerjakan dengan saol yang telah di uduh diinternet. Kelar di portofolio dengan format yang di tentukan maka berlanjut ke software yag telah di berikan lab tersebut. Dan kelar semua tugas untuk lab menejemen keuanga untuk hari pertama.
Hari kedua, tanggal 24 maret masuk seperti biasa, dengan hawa yang sama agak panas lembab. Seperti biasa absen dan di lakukan tes pendahuluan terlebih dahalu sebelum masuk ke materi selanjutnya. Materi yan hari ni  kita perlajari adalah tentang Analisis Sumber dan Penggunaan Dana (ASPD). Materi ini tetang bagai mana mengelola laporan keuangan, lebih seperti akutansi sih karena ada tebel laporan perubahan neraca, laporan perubahan modal kerja, dan laporan perubahan sumber dana dalam artian modal kerja. Awalnya saya kesulitan dengan materi ini karena kurag paham juga dengan basicnya. Dan di perparah dengan tidak adanya halaman pada buku yang saya bilang lumayan tebal ini. Selama jam pelajaran jujur saja saya tidak tau mana yang dipelajari karena bigung sendiri mencari halamannya.
Hampir ada satu jam pelajaran saya baru mengerti apa yang dimaksud sang tutor jelaskan mana yang harus masuk kredit debit, yang mana harus dikurang dan segalanya. Singkatnya saja sudah waktunya berakhir pukul 15.30. bergatian lah antara sang tutor kak Adi dengan sang KP kak  Brian. KP menjelas kan kalau format yang ada di print screen itu salah yang seharusnya soal langsung jawab, ya kami terbiasa dengan LA print screen terbut dengan format setekah gambar baru penjelasan. Tetapi KP mengaku salah karena tidak menjelaska dengan detail, sunggu jawaban yang bijak. Kemudian KP kembali mengumumkan kalau ada jawaban yang sama atau mengcopas  jawaban  teman sekelasnya. Lalu di hukum dengan cara member tugas atau mengerjakan tugas yang tadi akan tetapi di kerjakan  tiga rangkap. Hal ini di maksud mungkin untuk memberikan efek jera supaya tidak diulang atau tidak dilakukan oleh mahasiswa yang lain.
Sampai dirumah saya sama pada manusia umumnya, makan, mandi, dan tidur. Hehehe.  Saya santai karena soft ware yang bemuatan akuntasi ini di berikannya di J3 kalimas pada hari selasanya. Dan minggu depannya adalah tanggal merah jadi lumayan lah ada istirahatnya karena mahasiswa kelas 2EA24 masuk senin sampai sabtu FULL. Singkat cerita saya mngerjakan dengan teliti agar kedua sisinya seimbang. Sama yang saya pelajari saat praktikum berlansung menggunakan software tersebut.
Masuk lah minggu ketiga, minggu terakhir. Saat masuk keruang lab itu rasanya berbeda, bisa di bilang lebih sejuk karena AC diruangan tersebut sudah di betulkan mungkin, tapi sayang haya satu saja AC yang berfungsi, jadi Alhamdulillah lah sudah agak adem. Seperti biasa KP mengabsen mahasiswa yang hadir dalaam ruangan lalu dilanjutka dengan tes pendahuluan awal. Kemudian dilanjutkan dengan materi berikutya yaitu Analisis Financial Leverage. Membahas tentaang obligasi, saham biasa, saham preferen dan indifference point antara saham preferen dengan saham biasa. Kali ini kita dipimpin oleh tutor yang berbeda, yang biasanya Adhi sekarag perempuan yang bernama Junita. Menjelaskannya agak terlalu cepat tetapi masih bisa lah di ikuti. setelah kelar dengan materi maka berlanjut ke soft ware, seperti biasa berebut menjadi yang tercepat untuk mendapatkan nilai max untuk menambah nilai mahasiswa. Di saat menggerjakan soft were hujan besar dan di sertai dengan agin yang kencang alus. Sampai akhirnya angin tersebut membuka salah satu pintu kecil untuk akses melihat blower AC yang berada di luar gedung lalu hujan membasahi keyboard dan monitor yang berada tidak jauh dari bocornya dinding atau pintu kecil.
Tidak terasa sudah pukul 13.30 waktunya jam selesai. Kp pun menggantikan tutor perempuan tersebut. KP menjelaskan tentang tugas LA yang bisa di bilang tuga terakhir karena lab menejemen keuangan hanya berlangsung selama tiga minggu dan KP menginformasikan tugas tambahan yang tidak masuk dan untuk nilai tugasnya masih kosong. Dan memberikan tugas tambahan lagi yaitu menbuat tulisan seperti ini, lalu di kumpulkan paling lambat hari minggu dengan syarat minimal 500 kata. Pemberian tugaas ini karena hari ini hari terakhir belajar dan selanjutnya minggu depan adalah minggunya ujian. Dan memberi tugas lagi seperti biasa LAPORAN AKHIR  yang harus di kerjakan di folio dan printscreen dengan format yang telah ditentukan.

Itu lah cerita saya di lab menejemen keuangan yang member bayak ilmu, semoga saja saat tes nanti saya di beri kemudahan untuk mengerjakan soal-soal yang di berikan kaka yang ada di lab. Sekian terimakasih